Kembang Api 1 Januari 2019

Hai, 1 Januari selalu identik dengan kembang api untuk banyak orang. Tahun tahun sebelumnya, tak ada yang spesial buatku di 1 Januari. Sama saja seperti tanggal-tanggal lainnya. Kadang ku nonton tv aja, kadang malah kutinggal tidur. Sekarang, sama saja sih sebenarnya. Menurutku ya hanya berganti tahun saja. Tapii, 1 januari 2019 ini aku sedang di Sydney. Orang bilang kembang api di Sydney adalah salah satu kembang api paling bagus di dunia. Orang orang datang ke spot spot kembang api dari pagi. Jam 2 siang kabarnya akan sulit mendapat transport menuju ke lokasi, beberapa jalan akan ditutup, dan banyak kabar lainnya ttg tahun baru di kota ini. Bahkan tenda dan tikar harus dipersiapkan demi bertahan seharian menanti malam tiba.

Beberapa teman sudah merencanakan dari beberapa hari sebelumnya untuk merasakan euforia tahun baru di Sydney. Aku sempat galau ikut ato tidak. Ikut, nggak, ikut, nggak, ikut, nggak. Makin galau lagi karena sahabatku memutuskan untuk bekerja di food truck di area lokasi kembang api jadi sambil kerja sekalian udah dapet spot cantik nonton kembang api. Kami awalnya sudah pinjam 4 tenda, tapi aku masih galau apa harus pergi atau ga dengan berbagai pertimbangan. Di satu sisi, males harus menunggu dari pagi dengan banyak banget orang pasti disana. Belum lagi pulangnya susah. Lelah, dan banyak orang. Di sisi lain, pengen, sekali aja tau se rame apasih, sebagus apa sih, hingga semua orang rela nunggu dari pagi demi lihat kembang api.  Bahkan orang orang dari kota kota lain juga berdatangan ke Sydney demi nonton kembang api.

Akhirnya kuputuskan untuk berangkat, sekali ini aja pengen tau euforianya. Beberapa teman sudah berangkat jam 7 pagi untuk jaga tempat di suatu titik yang kami setujui. Dan ternyata oh ternyata tempatnya udah penuh. Orang-orang sudah jaga tempat bahkan dari hari sebelumnya. Mereka pasang tenda dan bermalam disana. Gilaaa kan. Akhirnya pindah tempat. Kalo deskripsikan tempatnya kadang aku takut salah si, soalnya sering salah tempat wkwkwkw. Kalo ga salah di daerah milson point. Aku dan beberapa teman nyusul sekitar jam 10 dan sampe sana sekitar jam 11 lewat luna park. Jadi awalnya aku naik bus ke circular quay, trus lanjut naik ferry ke milson point. Aku dan beberapa teman bawa 4 tenda yang udah kami pinjam dari mba Ria. Sayangnya kami ga boleh masuk ke lokasi lewat pintu dekat luna park gara gara kami bawa tenda. Kalau mau masuk ga boleh bawa tenda. Bingung dong. Teman teman yang sudah di dalam bilang kalau banyak tenda berdiri di dekat mereka. Makin pusing lah kami. Akhir ya kami jalan menuju pintu masuk dekat milson point station. Dan benar, kami boleh masuk dengan bawa tenda. Hufft 3 tenda biru dan 1 tenda kuning yang muat untuk 2 orang per tenda. Mengingatkan ke lagu dangdut "tenda biru" wakakakaka.

Oke sesampainya disana, panas terik matahari menyengat. Kami langsung pasang tenda. Semuanya di pasang. Tapi tendanya ga berfungsi, kalau masuk ke tenda malah engap. Panas. Gabisa nafas. Akhirnya pada keluar dan pake payung. Astaagaaaa. Karena ga sanggup akhirnya beberapa jaga tenda dan barang barang berharga, sisanya berteduh di kolong jembatan. Ini benar benar kolong jembatan guys, tidur tiduran kita disana hahahahah. Jembatannya cakepan dikit tapi, namanya harbour bridge.

Mungkin yang muslim bertanya tanya ya, trus sholatnya gimana? Apa ada tempat sholat? Tentu tidak wkwkkw. Dinegara minoritas muslim gini kami jadi sholat dimana mana. Selama ga menutupi jalan, ga ganggu orang, tempatnya bersih, yasudah sholat disitu. Di bawah jembatan itu terhampar luas rumput rumput dan ada satu spot free water gitu jadi bisa ambil air disitu. Kami ambil air di botol minum dan wudhu pake air itu. Trus sholat deh. Ada aplikasi namanya muslim pro yang bisa kita pake untuk cari tau arah kiblat.

Ada peraturan untuk tutup tenda jam 6 pm. Kami was was karena weather forecast menunjukan kalo bakal hujan dari jam 6. Demi menaati peraturan jadi kami tutup tenda jam 6, berharap hujan ga jadi turun. Tapi tenda ga kami lipat dulu. Dan ternyata oh ternyata, beneran hujan jam 6. Tanpa pikir panjang kami masuk ke dalam tenda tanpa rangka. Itu tenda udah kayak sleeping bag aja dimasuki orang tapi kiwir kiwir ga punya rangka. Dan air hujan jadi masuk masuk ke tenda. Akhirnya kami sangga tendanya pake payung dari dalam tenda. Well capek juga meganginnya. Mau keluar tapi ujan. Di dalem nih bingung juga boleh ato ga kami begini. Tapi dari pada sakit yaudah kami mending menyelamatkan diri.

Setelah drama keribetan dengan tenda, hujan, dan lain sebagainya. Akhirnya kembang api untuk anak anak dinyalakan. Jadi kembang api di Sydney ini di nyalain 2 kali. Yang oertama jam 9 malam. Katanya sih biar anak anak ga nunggu kelamaan.

Nah jam detik detik mendekati pergantian tahun akhirnya kembang api hjuga dinyalakan. Emang cantik banget sih. Keren lah bagi yang bikin kembang apinya. Bagaimana bisa mereka memformulasikan bahan bahan sehingga hasil pembakarannya bisa jadi seperti itu. Bagaimana mereka merencanakan hingga ada yang punya semacam sirkuitnya masing masing. Gimana mereka ngitungnya tuh.

Tapi yang paling keren ya Yang Maha Indah, Sang Pencipta yang mencintai keindahan. Luar biasa Dia menciptakan sesuatu yang indah dan memperikan pengetahuan pada manusia sehingga bisa berkreasi membentu sesuatu yang indah dan unik.

Ini beberapa foto spot dimana aku lihat kembang apinya. Dan beberapa foto kembang apinya juga. Well, kameraku ga terlalu bagus dan belum bisa upload video soalnya berat dan lama banget. Nanti kalo ada waktu ku upload video nya yahh.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analogi part 1

Menyesal

Analogi part 2