Jangan Lagi
Rumahku berada di kota Malang. Memang bukan di pusat kota Malang tetapi masih dalam kawasan kota Malang. Di dekat rumahku masih bisa aku temukan sawah yang terhampar luas. Ketika langit cerah aku bisa menyaksikan keindahan gunung arjuna yang berdiri dengan gagah di utara, ditemani gunung putri tidur yang anggun di barat. Aku begitu bahagia menyaksikan keindahan alam yang sangat luar biasa itu. Mahakarya Sang Pencipta. Tapi aku tak selalu bisa melihat pemandangan itu, terkadang tertutup kabut, atau terkadang tertutup awan mendung. Disiang hari jarang aku bisa melihat gunung tersebut. Entak kenapa, cuaca cerah dan matahari terik menyinari, tapi kedua gunung itu bersembunyi. Waktu yang tepat untuk melihat gunung itu adalah di pagi hari dan sore hari. Di sore hari adalah waktu yang paling tepat, ketika mega yang merah telah tiba maka akan terlihat sangat luar biasa. Begitu mengagumkan. Sayangnya ketika aku melihat keindahan itu, aku tak bisa mengabadikannya. Mungkin ini hanya beberapa fotoku dengan teman-teman ketika aku berada dihamparan sawah yang luas nan indah itu...
Beberapa tidak begitu jelas, karena sudah menjelang maghrib.
Namun sekarang aku takut dengan banyaknya pembangunan perumahan baru di berbagai tempat. Sekarang sudah ada beberapa perumahan baru yang sedang berjalan proses pembangunannya. Memang belum semuanya diubah menjadi perumahan, tetapi aku tidak rela jika sawah yang begitu indah diubah jadi tanaman beton. Emang sih sawahnya bukan punyaku ato punya simbahku, tapi rasanya ndak rela jika sawah-sawah itu berubah jadi perumahan.Selain perumahan yang sedang berjalan pembangunannya, ada juga beberapa lokasi yang sudah dipersiapkan untuk dibangun.
Tanah di daerah ini termasuk tanah yang subur, aku dengar beberapa tahun yang lalu dilarang membangun bangunan diatas lahan yang subur ini. Makanya sampai saat ini masih banyak sawah terbentang. Tetapi saat ini seakan pemerintah sudah tak peduli dengan keadaan tanah subur atau tidak, sepertinya mudah sekali bagi para pengusaha perumahan untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan di tanah yang subur.
Saat ini lahan di kota malang sudah sangat berkurang, sudah banyak yang berubah fungsi menjadi perumahan, dan bangunan bangunan lain. Kalu di lihat, Indonesia saat ini beras aja masih impor, kok sawahnya malah dirubah jadi perumahan. Gimana bisa memenuhi kebutuhan akan beras jika lahannya terus dikurangi dengan pengubahan fungsi lahan jadi perumahan. Kalau permasalahannya ada di kebutuhan akan tempat tinggal, kenapa tidak membuat tempat tinggal yang hemat lahan. Seperti Apartement misalnya.Pembangunan perumahan sepertinya hanya menguntungkan pihak pihak tertentu saja.
Selain itu mari kita lihat, ada rumah-rumah di perumahan yang tidak dihuni. Kalo gitu kan lahannya jadi percuma.
Rasanya aku ingin bilang kepada orang-orang yang bisnis perumahan "Halo bapak-bapak, jangan bangun perumahan di tempat yang subur. Ini akan merugikan negara, merugikan petani, dan merugikan banyak orang. Jangan tanami sawah dengan beton-beton"
#wah emosi terlalu menggebu... udah deh....jangan diterusin
kalo ada yang baca, ya terserah penilaian anda tentang tulisan saya... :)
aku takut kalo ga bisa liat indahnya pemandangan di sana.....
Beberapa tidak begitu jelas, karena sudah menjelang maghrib.
Namun sekarang aku takut dengan banyaknya pembangunan perumahan baru di berbagai tempat. Sekarang sudah ada beberapa perumahan baru yang sedang berjalan proses pembangunannya. Memang belum semuanya diubah menjadi perumahan, tetapi aku tidak rela jika sawah yang begitu indah diubah jadi tanaman beton. Emang sih sawahnya bukan punyaku ato punya simbahku, tapi rasanya ndak rela jika sawah-sawah itu berubah jadi perumahan.Selain perumahan yang sedang berjalan pembangunannya, ada juga beberapa lokasi yang sudah dipersiapkan untuk dibangun.
Tanah di daerah ini termasuk tanah yang subur, aku dengar beberapa tahun yang lalu dilarang membangun bangunan diatas lahan yang subur ini. Makanya sampai saat ini masih banyak sawah terbentang. Tetapi saat ini seakan pemerintah sudah tak peduli dengan keadaan tanah subur atau tidak, sepertinya mudah sekali bagi para pengusaha perumahan untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan di tanah yang subur.
Saat ini lahan di kota malang sudah sangat berkurang, sudah banyak yang berubah fungsi menjadi perumahan, dan bangunan bangunan lain. Kalu di lihat, Indonesia saat ini beras aja masih impor, kok sawahnya malah dirubah jadi perumahan. Gimana bisa memenuhi kebutuhan akan beras jika lahannya terus dikurangi dengan pengubahan fungsi lahan jadi perumahan. Kalau permasalahannya ada di kebutuhan akan tempat tinggal, kenapa tidak membuat tempat tinggal yang hemat lahan. Seperti Apartement misalnya.Pembangunan perumahan sepertinya hanya menguntungkan pihak pihak tertentu saja.
Selain itu mari kita lihat, ada rumah-rumah di perumahan yang tidak dihuni. Kalo gitu kan lahannya jadi percuma.
Rasanya aku ingin bilang kepada orang-orang yang bisnis perumahan "Halo bapak-bapak, jangan bangun perumahan di tempat yang subur. Ini akan merugikan negara, merugikan petani, dan merugikan banyak orang. Jangan tanami sawah dengan beton-beton"
#wah emosi terlalu menggebu... udah deh....jangan diterusin
kalo ada yang baca, ya terserah penilaian anda tentang tulisan saya... :)
aku takut kalo ga bisa liat indahnya pemandangan di sana.....





Komentar
Posting Komentar